Mengenai Saya

Foto saya
saya adalah seorang mahasiswa pada Fakiltas Keguruan dan Ilmu Pedidikan Program Studi Pendidikan SEJARAH Universitas PATTIMUARA angkatan 2007

Senin, 23 November 2009

SEJARAH AFRIKA

 Keadaan tanah, iklim dan pembagian Afrika.
Benua Afrika adalah benua terbesar kedua di Dunia, terletak di sebelah selatan benua Eropa. Sebelah timur benua Afika berbatasan dengan Asia.
Sungai-sungai di Afrika :
• Sungai Nil berhulu di danau Viktoria, Bermuara di laut Tengah.
• Sungai Niger di Afrika Berat, berhulu di danau Tsaad dan bermuara di laut Atlantik.
• Sungai Congo di Afrika Tengah, Berhulu di danau Tanganyika dan Bangueolo, bermuara di samudra Atlantik.
• Sungai Zambesi di Afrika Timur yang berhulu di danau Niyassa dan bermuara di Samudra Hindia.

Luas benua Afrika kira-kira 28.503.000 Km.

Iklim benua Afrika dapat di bagi menjadi lima bagian:
a. Daerah-daerah yang terletak di pantai utara dengan iklim sedang, lebih menyerupai iklim Eropa Selatan. Penduduknya trediri atas orang-orang Arab, Berber.
b. Daerah-daerah yang terletak di sebelah Selatan daerah tersebut di atas, berupa padang pasir yang amat luas yaitu gurun pasir Sahara, Nubia dan Libia. Penduduk merupakan campuran antara orang-orang Arab/Berger dan Negro Sudan.
c. Daerah-daerah yang terbentang luas dari tanjung Verde sampai Sudan. Daerah itu penuh dengan padang rumput, hutan dan sungai. Penduduk terdiri dari orang-orang Negro.
d. Afrika Katulistiwa, terletak disekitar katulistiwa, daerah yang banyak hujan, berimbaraya dan beriklim panas. Penduduknya terdiri dari suku-suku Negro.
e. Afrika sebelah Selatan, terletak di Zone sedang, memiliki tanag pegunungan, tanah datar, padang rumput dan beberapa padang pasir. Penduduknya terdiri atas orang Negro di tambah kaum pendatang putih yang melakukan kolonisasi.

 Ras, Bahasa dan wilayah penggunaannya.

Ras :
1) Ras Bushmanoid : orang-orang Busman sari Ras Buhmanoid tidak menunjukan tanda-tanda yang relatif sama : misalnya memiliki warna kulit terang tetapi ada yang kelihatan coklat kekuning-kuningan. Bushmanoid terdiri sub-sub ras sebagai berikut :
 Sub Ras Xam
 Sub Ras Hodentot
2) Ras Pigmoid : Orang Pigmoid nampak lebih akrab dengan orang-orang ras Negroid, mungkin karena terdapat ciri-ciri prsamaan di antara kedua ras ini dibandingkan dengan ras-ras lain.
3) Ras Negroid : tersebar di bagian-bagian wilayah Afrika yang kemudian bercampur dengan ras lain. Ras ini menempati daerah Afrika Barat, Tengah dan sebagian berasimilasi dengan Bushmanoid di Afrika Utara. Ras negroid terbagi atas dua bagian : orang Mande dan Dinka.
4) Ras Kaukasoid : tinggal di Afrika Utara terbagi atas :
 Suku Barter (Afrika Utara)
 Suku Kushites (Ethiopia)
 Suku Horn (campuran beberapa sub ras)
 Sub ras Galla (Somali)
 Sub ras Kabile (Aljazair)
5) Ras Mongoloid : terapat di pulau Madagaskar.

Bahasa :
Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, Jepang Arab, Tiongkok Dll.
Ada dua ahli yang pernah mengadakan penyelidikan tentang kelopok bahasa di Afrika Utara :
1) J. W. Powell (1891).
2) Greenberg (1949 – 1954) mengadakan penyelidikan taentang perkembangan bahasa-bahasa di Afrika dan akhirnya memberikan bentu “pengeliompokan” bahasa yang lengkap.
Kelopok bahasa : Hamitik, Furian, Kanurik, Khoisan, Koman, Kordofinion, Maban, Malayo Polinesia, Nigritic, Songhaic, Sudanic.

Afrika pada periode 1500-1900
Periode masa antara tahun 1500-1900 merupakan masa yang kabur dan suram bagi benua afrika khususnya bagi Afrika Utara. Mengapa sampai dikatakan sebagai masa yang suram dan kabur ? semuanya bermula pada tahun 1517 yakni pada masa itu Turki berhasil menguasai Afrika bagian utara yang berarti bahwa seluruh daerah tersebut berada dalam genggaman kekuasaan Bangsa Turki. Dalam hal ini, maka Afrika Utara merupakan bagian dari kekuasaan kerajaan “Ottoman”. Hal ini mengakibatkan daerah Afrika Utara mengalami kemunduran khususnya dibidang pertanian. Dengan demikian maka kedudukan orang-orang Islam mulai bertambah kuat di daerah Afrika Utara khususnya di bagian Nil Tengah yang mana sebelumnya merupakan daerah pemukiman orang-orang kristen. Pada masa itu pula orang-orang Arab banyak yang datang dan mulai menempati daerah-daerah di Sudan bagian Timur dan dan berpindah ke tempat-tempat di bagian Barat Sudan. Dengan demikian terjadinya pergantian kekuasaan politik di Sudan Barat yang sebelumnya berada dibawah kekuasaan Mali dengan berbahasa Songhai ketangan Bangsa Turki.
Dimasa ini mulai dikembangkan ” Perdagangan Budak Belian “. Orang-orang yang menjadi sasaran budak atau yang dijadikan budak belian yaitu orang-orang dari Ras Negroid. Usaha ini dilaksanakan atas kerjasama antara orang-orang Eropa dengan orang-orang Arab. Orang-orang yang dijual belikan tersebut kemudiaan diangkut ke Amerika sebagai para budak.
Dimasa ini juga terjadi penyerangan dari orang-orang Somali ke suku Galia dan memasuki Daerah Ethopia Tengah dan Selatan. Namun mereka tinggal tidak dan bertahan tetapi mereka kembali ke daerah Somali. Pada masa ini juga, bangsa-bangasa Eropa mulai berdatangan ke Afrika. Bangsa Eropa yang pertama kali sampai di Afrika adalah Bangsa Portugis diikuti oleh bangsa-bangsa lainnya di Eropa seperti Spanyol, Belanda, Inggris,Belgia, Prancis, Jerman, dan Italia. Namun yang merupakan pelopor imperialisme barat di Afrika yaitu Portugis dan Spanyol. Namun di afrika kaum imperialis tidak menguasai daerah-daerah pedalaman akan tetapi hanya menguasai daerah-daerah di tepi-tepi pantai yang digunakan sebagai pos-pos perdagangan.
Daerah-daerah di tepi pantai Afrika menjadi lahan rebutan antar Bangsa Portugis dan Spanyol karena merupakan daerah yang baik bagi pemasaran hasil. Hal ini mengundang konflik yang mana mengundang campur tangan dari Paus. Kemudian paus mengambil jalan penengah terhadap pertikayan tersebut dengan mengadakan sebuah perjanjian yang dinamakan perjanjian tordesilas sehingga konflik dapat teratasi. Isi daripada perjanjian Tordesilas antara lain : “Spanyol tidak diperkenankan untuk menanamkan pengaruhnya lebih lanjut di Afrika”. Akibat daripada perjanjian ini, maka daerah kekuasaan Portugis lebih banyak daripada spanyol yang mana kemudian Portugis mendirikan benteng-benteng di daerah pantai dan memperluas daerah kekuasannya sampai ke pedalaman.
Persaingan juga terjadi antar bangsa Belanda , Inggris, dan Prancis. Bangsa Belanda berhasil mendesak Portugis dan di pantai barat Afrika tetapi tidak dapat menandingi Inggris dan prancis di daerah itu. Dibawah pimpinan jan van reibeck belanda berhasil melakukan kolonialisasi di sekitar cape colony pada abad ke-17 dengan menyebut diri mereka sebagai “ Bangsa Bur “ karena penghidupannya. Dengan memanfatkan tenaga para budak yakni orang-orang berkulit hitam “Suku Hottentot dan Bushman” maka bangsa Bur berhasil mendirikan pemerintahan putih di Afrika berdasarkan diskriminasi ras, yang kemudian ditentang.
Pada abad ke-18, perdagangan budak semakin gencar dilakukan oleh pedagang-pedagang dari Arab, Eropa, dan para Kepala Suku di Afrika. Orang-orang kulit hitam ditangkap dan diperjual belikan sebagai budak di benua baru dan keturunan mereka pun menjadi budak sampai pada beberapa generasi. Pada tahun 1787 di Inggris didirikan “Committe For The Abolition Of The Slave Trade” yang idpimpin oleh Granville Sharp Wilberforce dan Hanna Moore yang mana ini merupakan pelopor penghapusan perbudakan di Afrika.
Setelah tahun 1985 ekspansi barat mulai besar-besaran ke benua afrika. Daerah-daerah yang biasanya mereka kuasai adalah daerah tepi pantai dan pedalaman. Pendudukan yang dilakukan ada yang secara paksa namun ada pula yang dengan jalan damai yaitu dengan mengadakan perjanjian dengan kepala suku pribumi.

2.1. Terusan Suez Mempunyai Arti Penting Bagi Inggris

Dalam tahun 1882, kira-kira 80% kapal-kapal. yang melalui terusan suez berbendera Inggris. Untuk pengawasaa keuangan Mesir, pemerintah Inggris mengirim ahli untuk pekerjaan itu. Sir Evelyn Baringdikirim dengan pangkat Konsul Jenderal dan komisioner tinggi dan sangat berjasa bagi negaranya. Selama seperempat abad ia memerintah mesir tapi ia belum berhasil menjadikan mesir tanah jajahan Inggris.
Disamping Prancis, Jerman adalah pesaing terbesar bagi Inggris di Mesir. Karena desakan Jerman dan negara-negara yang tergabung dalam “Triple Aliance” masalah mesir dibawah ke konferensi di Istambul 1883. Komperensi ini memutuskan :
a. Status Quo Mesir tidak boleh dirubah.
b. Tentara asing harus ditarik secepatnya sesudah keadaan anarki dapat diatasi.
Dalam kenyataannya angkatan prang Iggris tatap di mesir. Akkhirnya Mesir pada 1914 menjadi proktetorat Inggris. Ketika di Inggris Salisbury memimpin kabinet untuk kedua kalinya, politik imprialisme terhadap Afrika yang telah di mulai oleh Diseali dilanjutkan. Cita-citanya tidak hanya mesir yang harus dikuasai, melainkan juga Sudan. Menurutnya masalah penyeselaian masalah mesir tidak dapat dicari di Kairo, melainkan di Berlin. Oleh sebab itu untuk menghadapi pesaing terbesarnya di Afrika, Khusus di Mesir, ia berusaha mendapat bantuan diplomatik dari Jerman. Disamping itu ia juga mendekati sekutu-sekutu Jerman. Di antaranya Italia yang pada waktu itu ikut terjun dalam usaha memperebut daerah di Afrika.

2.2. Perjanjian (Traktat)

Dengan Jerman, Inggris mengadakan sebuah Traktat (1886) untuk mengatur batas-batas daerahnya di Afrika Timur. Akibat traktat ini kekuasaan sultan Zanzibar menjadi terdesak. Pada 1890 dicapai perjanjian Helgolang, dibuat antara Inggris dibuat antara Inggris dan Jerman isinya menguntungakan kedua bela pihak. Perjanjian dengan Prancis juga dibuat oleh Inggris 1890, pengaruh kekuasaan Prancis lebih terpusat di Afrika Barat-laut, sedangakan Inggris di Afrika Timur.
Pada 1890 inggris juga mengadakan perjanjian dengan Portugal, yang akibatnya Portugal terpaksa melepaskan sebagian besar Sudan. Pada tahun 1899 sudan dapat dikuasai oleh Inggris-Mesir. Dibentuk sebuah kondominion yang menyatakan bahwa Sudan di perintah di sudan. Lord Kitchener ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal di Sudan, dan sesudah 1899 perlawanan yang dilakukan leh pengikut Mahdi dapat di atasi.
Persaingan antara inprialisme barat juga terjadi di Maroko sehingga terjadi apa yang disebut krisis Maroko I (1905) dan krisis Maroko II (1911). Krisis Maroko I dapat diatasi dalam komperensi internasional di Algesiras (1906), dan isinya menguntungkan Prancis dan Inggris; Prancis diijinkan secara bebas melakukan penetrasi secara damai terhadap daerah Maroko, selain bagian utara; daerah pantai daerah utara di serahkan kepada Spanyol.
Krisis yang kedua terjadi keika Prancis menghadapi kesulitan di Maroko pada 1911. pada waktu itu Jerman muncul sebagai pesaingnya. Sesudah kapal perang jerman mendara di Agadir, dan ini merupakan tantangan bagi Prancis. Sesudah negara-negara lain campur tangan akhirnya Jerman meninggalkan Maroko.
Di daerah Afrika sepanjang Laut Merah, pada 1885 Italia mendapat daerah Aritrea. Dari tempat ini pada 1895 Italia menyerang Ethiopia, tetapi pada 1896 dalam pertempura Adua Italia mengalami kekalahan.

2.3. Perebutan Afrika Barat

Mengenai perebutan di daerah-daerah di Afrika Barat, Afrika Ekuator, Afrika Tengah dapat di atasi dengan berbagai macam perjanjian diantara kaum imprialisme itu sendiri, sehingga tidak pernah terjadi krisis. Sebagian besar daerah Afrika Barat dan Ekuator dimiliki oleh Prancis diselah oleh beberapa milik Spanyol, Portugal, Jerman, dan Inggris.
Sampai saat sebelum meletus perang dunia II, Inggris dan Prancis memiliki tanah jajahan terbersar di Afrika. Pada umumnya daerah jajahan prancis terkompul di daerah Afrika Barat dan Afrika Ekuator, ditambah beberapa di sebelah timur laut. Inggris menguasai daerah utara dari Mesir sampai ke Cape Colony di selatan, beberapa di Afika Barat. Jerman hanya emilki 4 buah kolni : Togo,kamerun,afrika timur dan afrika barat-daya.Daerah Ruwanda Burundi masuk Afrika Tiumr Jerman. Portgal memiliki Genua dan Angola di pantai samudera Atlantik (Afrika Barat ), dan Mozambik di pantai timur. Spyol memliki Maroko Utara dan beberapa di Afrika Barat. Italia di Libia,Entrea dan Somali.sedan Kongo menjadi jajahan Belgia sejak 1908.
Menurut konperensi perdamaan bekas koloni Jerman dijadikan daerah mandat atau perwakilan. Jendral Smuts dari Uni Afrika Selatan merupakan “Bapak” dari sistem mandat tersebut. Istilah mandat atau perwakilan mengandung isi tangung jawab bangsa-bangsa yang sudah maju atas pembangunan dan kemakmuran penduduk yang masih terbelakang. Sistem mandat juga merupakan pelaksanaan prinsip internasionalisasi koloni Jerman seperti yang disebut-sebut selama perang masih berkobar.

2.4. Kongres Berlin II (1885)

Kongres berlin II adalah yang pertama merundingkan soal Afrika di antara negara-negara barat. Pada kongres tersebut hadir semua negara di Eropa, selain Swiss dan Balkan. Di tambah Amerika Serikat. Kongres menghasilkan suatu General Act yang secara garis besar meliputi enam hal :
1. Peraturan tentang aneksasi daerah di Afrika, maksudnya jika sesuatu negara melakukan aneksasi daerah di Afrika, negara itu harus memberitahukan maksudnya kepada negara lain yang mungkin akan menderita kerugian akan tindakan tersebut.
2. Pembukaan daerah Kongo untuk penenaman modal internasional.
3. Status Kongo sebagai negara merdeka, dan raja Belgia bernama Leopold II di akui sebagai raja merdeka Kongo.
4. Pembukaan S. Niger untuk pelayanan bebas.
5. pembukaan daerah Kongo untuk perdagangan bebas.
6. penghapusan pembukaan dan perdagangan budak.

Pada umumnya negara perseta kongres setuju apabila negara baru Kongo iti menjadi milik pribadi Lopold II. Mereka mengharapkan agar Leopold memerintah sesuai dengan keputusan kongres. Utusan Inggris mempunyai penilaian negatif terhadap raja Kongo itu, karena inggris mengigini daerah yang kaya itu, dan sebelum brlangsung kongres, Inggris bersekutu denganPortugal untuk merintangi Leopold. Amerika serikat tidak menerima kalau Kongo menjadi milik perorangan. Negara ini condong untuk membuka benua Afrika, termasuk Kongo, bagi kepentingsn bsngsa-bangsa barat, dengan catatan, bahwa nagara yang berusaha menguasai daerah di Afrika harus mengindakan keputusan kongres mengenai hak aneksasi daerah.

Selasa, 03 November 2009

KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI

Pengertian arsip :
Menurut UU No.7 1971 : Naska-naskayang dibuat dan di terima oleh lembaga-lembaga Negara, badan-badan pemerintah, lembaga/badan-badan swasta dan perorangan dalam bentuk corak apapun, dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan kehidupan kebangsaan.

Menurut Walne, 1986 : records is recorded information, regerdless of form or medium, created, received and maintained by an organization/institution in the conduct of ist business.

Pengertian Dokumentasi
Semua tulisan yang di kumpulkan dan disimpan yang dapat digunakan bila diperlukan, juga gambar atau foto

Pentingnya arsip
- Presiden panama Richardo J. Alfaro tahun 1937 dalam pertemuan sociaty of American Archivist mengatakan bahwa “arsip merupakan saksi bisu, tak terpisahkan, handal, yang memberi kesaksian terhadap keberhasilan, kegagalan dan pertumbuhan bangsa”.
- Taufik Abdullah (1979), arsip merupakan tambang emas bagi penulisan sejarah dan sumber arsip menduduki tempat yang dominant dalam penelitian sejarah.

Fungsi Arsip
Di bedakan menjadi 2 :
1. Arsip Dinamis
Adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi Negara.

2. Arsip Statis
Adalah arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan sehari-hari administrasi Negara tetapi mempunyai nilai kesejarahan.

Keunikan arsip :
1. Arsip bukanlah sekedar informasi dalam bentuk fakta tetapi lebih detail lagi;
2. Arsip merupakan suatu hubungan yang menyluruh, lengkap dengan jumblah yang tidak dapat di bagi-bagi tetapi bagian-bagiannya satu sama lain saling menjelaskan;
3. Arsip merupakan ekspresi pengetahuan dan pengalaman;
4. Arsip merupakan dari segala yang di pikirkan;
5. Arsip konsisten dan tidak berubah;
6. Arsip merupakan akar kebudayaan dan peradaban alam segala dimensi;
7. Arsip mewakili ingatan yang jauh lebih berharga dari ingatan seseorang/kelompok;
8. dunia tanpa arsip ibarat dunia tanpa memori.

Bentuk dan corak Arsip :
1. Arsip tekstual (textual records)
Arsip berupa teks yakni yang di tulis tangan atau di ketik, arsp ini terekm di kertas.
Contoh : laporan
2. Arsip Pandang dengar (audio-visual records)
Arsip yang bisa di pandang dan di dengar
Contoh :
- gambar statis
- citra bergerak
- rekaman suara
3. Arsip katografi dan kearsitekturan (catographi and architectur)
Cotoh : petah dan denah
4. Arsip komputer

Sejarah keasipan di indonesia
- Organisasi kearsipan di Indonesia yang di kenal sekarang resminya dimulai pada tahun 1892 di saat pemeritah hindia belanda mendirikan kantor tempat penampungan arsip pemerintah hindia belanda maupun arsip pemerintah sebelumnya yaitu arsip VOC (landsarschief).
- Sejak tahun 1892 terdapat seorang pejabat khusus yang di angkat sebagai landsarschiefaris pertama untuk menangai arsip-arsip hindia belanda dan VOC yaitu Mr. J. A. Van Der Chijs.
- Pejabat-pejabat landsarschiefaris :
1. Mr. J. A. Van Der Chijs (1892-1905)
2. Dr. De. Haan (1950-1922)
3. Prof. Dr. Godee Molse Bergen (1922-1937)
4. Dr. Ver Hoeven (1937-194

Arsip yang belum tersimpan :
1. arsip-arsip Kolonial

1.1. arsip javasche bank (1828-1953)
arsip ini mesi tersimpan di bank Indonesia

1.2. arsip departemen Verkeer en waterstaat(1934-1942)
arsip ini masi disempan dipusat arsip departemen pekerjaan umum di ceteureup

1.3. arsip departemen burgerlijke openbare werken (1860-1933)
arsip ini masi disempan dipusat arsip departemen pekerjaan umum di ceteureup

1.4. arsip dienst van mijnwesen (1908-1942)
arsip ini masi di simpan di bandung di salah satu direktorat di bawah departemen
pertambangan dan energi

1.5. arsip timor Portugis (1911-1975)
arsip ini masi di sempan di dili.

2. arsip-arsip daerah setelah tahun 1945
tiga perwakilan arsip nasional:
I. ujung pandang untuk daerah tingkat I Sulawesi Selatan
II. Banda aceh untuk daerah Istimewa Aceh
II. Semarang untuk daerah tingkat I Jawa Tengah.